Senin, 12 Desember 2011

Keputusan Pembelian


Keputusan Pembelian

A.  Pengertian Keputusan Pembelian Konsumen
1.      Keputusan pembelian menurut Schiffman dan Kanuk (2000 :437) adalah “the selection of an option from two or alternative choice”. Jadi, keputusan pembelian adalah suatu keputusan seseorang dimana dia memilih salah satu dari beberapa alternatif pilihan yang ada.
2.      Menurut Paul Peter dan Jerry Olson (1999:162), “Keputusan pembelian adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satu diantaranya”.
3.      Menurut Kotler (2005:202) yang dialih bahasa oleh Benyamin Molan, “Karakteristik pembeli dan proses pengambilan keputusannya akan menimbulkan keputusan pembelian”.
4.      Sedangkan menurut Belch (2004:105) keputusan pembelian adalah :“The result of a long, detailed process that include an extensive information search, brand comparisons and evaluations, and other activities”.
B.  Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
Menurut Philip Kotler (2005:203), yang dialihbahasakan oleh Drs. Benyamin Molan, ada empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu:
1.        Faktor budaya
Ø  Kultur
Kultur adalah faktor penentu paling pokok dari keinginan dan perilaku         seseorang. Makhluk yang lebih rendah umumnya dituntun oleh naluri.             Sedangkan manusia, perilaku biasanya dipelajari dari lingkungan sekitarnya.
Ø  Sub-kultur
Tiap kultur mempunyai sub-kultur yang lebih kecil, atau kelompok orang         dengan sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama.
Ø  Kelas sosial
Kelas sosial adalah susunan yang relatif permanen dalam suatu masyarakat         yang anggotanya mempunyai nilai, minat, dan perilaku yang sama.
2.        Faktor sosial
Ø  Kelompok
Perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil. Kelompok yang berpengaruh langsung di dalam mana seseorang menjadi anggotanya disebut kelompok keanggotaan.
Ø  Keluarga
Anggota keluarga pembeli dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap         perilaku pembeli. Keluarga orientasi adalah keluarga yang terdiri dari         orangtua yang memberikan arah dalam hal tuntunan agama, politik, ekonomi, dan harga diri.
Ø  Peran dan status
Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan status. Tiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat.
3.        Faktor pribadi
Ø  Usia dan tahap daur hidup
Ø  Pekerjaan
Ø  Keadaan ekonomi
Ø  Gaya hidup,orang yang berasal dari sub-kultur, kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat mempunyai gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup seseorang menunjukkan pola kehidupan orang yangbersangkutan yang tercermin dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Konsep gaya hidup apabila digunakan oleh pemasar secara cermat, dapat membantu untuk memahami nilai-nilai konsumen yang terus berubah dan bagaimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilaku konsumen.
Ø  Kepribadian dan konsep diri
4.        Faktor psikologis
Ø  Motivasi
Ø  Persepsi
Ø  Pembelajaran
Ø  Kepercayaan dan sikap ” (sumber :taufan darussalam : 2007)
C.  Proses Pengambilan Keputusan
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
  1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
  2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
  3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
  4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
  5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
  1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Tanaman Jati


Tanaman Jati / Kayu Jati


A.  Definisi Tanaman Jati
Jati dikenal dunia dengan nama teak (bahasa Inggris). Nama ini berasal dari kata thekku dalam bahasa Malayalam, bahasa di negara bagian Kerala di India selatan. Nama ilmiah jati adalah Tectona grandis L.f. Jati (Tectona Grandis) merupakan jenis tanaman kayu yang banyak dibudidayakan orang sejak jaman dulu karena kayunya yang mempunyai kualitas yang baik serta memiliki daya jual. Perkembangan teknologi khususnya dalam hal perkembangan rekayasa genetika tanaman (pemulihan pohon/tree improvement) telah menghadirkan varietas baru tanaman jati yang unggul, yang lebih populer disebut dengan jati emas. Mengapa disebut dengan jati emas? Sebab secara fisik mempunyai sifat-sifat lebih, diantaranya adalah kecepatan tumbuh yang tinggi, bentuk batang silindris, lurus dan tidak banyak terdapat cabang. Dengan sifat-sifat unggul tadi, maka pohon jati yang biasanya akan dipanen dalam jangka waktu yang lama (60-80 tahun) dapat dipanen dengan waktu yang relatif singkat (5-15 tahun). Tanaman jati emas tidak banyak berbeda dengan taman jati lokal dalam hal penanaman dan pemeliharaanya. Tanaman jati termasuk jenis tanaman yang mudah tumbuh termasuk pada lahan yang kurang subur sekalipun.
Jati merupakan salah satu jenis tanaman yang mendominasi hutan di Indonesia. Tanaman ini sangat baik dibudidayakan di Indonesia. Pasalnya, kondisi cuaca dan lingkungan yang tropis sangat mendukung untuk pertumbuhan jati. Jenis tanaman ini dapat ditanam di berbagai kondisi lahan dan lingkungan, seperti hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, hutan pegunungan, hutan tanaman industri, lahan kering tidak produktif, lahan basah tidak produktif, dan lahan perkebunan.
Syarat lokasi untuk budi daya jati di antaranya ketinggian lahan maksimum 700 meter dpl, suhu udara 13--43° C, pH tanah 6, dan kelembapan lingkungan 60--80%, Tanah yang cocok untuk pertumbuhan jati adalah tanah lempung, lempung berpasir, dan liat berpasir. Unsur kimia pokok (macro element) yang diperlukan untuk pertumbuhan jati yakni kalsium, fosfor, kalium, dan nitrogen. Sementara itu, curah hujan optimum yang diperlukan untuk pertumbuhan jati sekitar 1.000-1.500 mm/tahun. Curah hujan berpengaruh terhadap sifat gugurnya daun dan kualitas fisik kayu. Secara alamiah, jati akan menggugurkan daunnya saat musim kemarau, lalu tumbuh kembali pada musim hujan.
Di daerah yang memiliki kemarau yang panjang, jati akan menggugurkan daunnya dan menghasilkan lingkaran tahun yang artistik. Karena itu, kayu jati yang berasal dari daerah ini memiliki struktur kayu yang lebih kuat dan dikelompokkan ke dalam jenis kayu mewah (fancy wood) atau kayu kelas I. Sementara itu, di daerah yang curah hujannya tinggi, tanaman jati tidak menggugurkan daun dan lingkaran tahunnya kurang menarik. Karena itu, kualitas kayunya lebih rendah dibandingkan dengan daerah yang memiliki kemarau panjang.
Benih jati bisa diperoleh melalui Balai Pembenihan Tanaman Hutan (BPTH). Benih harus berasal dari indukan pohon jati yang memiliki kualitas baik dan pertumbuhan yang sehat. Perbanyakan benih tanaman jati dapat dilakukan dengan dua cara, yakni melalui perbanyakan generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dengan cara menyemaikan biji hingga tumbuh tunas baru sebagai bibit. Jika bibit terlalu besar, bibit diremajakan dengan memangkas batang dan membiarkan tumbuh tunas baru. Tunas tersebut dipelihara hingga terbentuk batang baru. Cara ini biasa disebut dengan stump.
Sementara itu, perbanyakan vegetatif dilakukan dengan cara kultur jaringan, yaitu perbanyakan melalui pertumbuhan sel-sel jaringan titik tumbuh tanaman. Titik tumbuh pada tanaman berada di jaringan meristematik, seperti pada meristem apikal. Dengan kultur jaringan, jumlah bibit yang diperoleh cukup banyak.
Sebelum disemai di bak tabur, dormansi benih jati perlu dibangunkan dengan cara membakar benih menggunakan spiritus. Berikut cara melakukan pembibitan tanaman jati.
1.      Tempatkan benih di dalam wadah dengan alas serasah.
2.      Tutup hamparan benih menggunakan serasah.
3.      Taburkan spiritus di atas serasah dan bakar hingga api padam.
4.      Dinginkan benih selama 24 jam. Setelah itu, benih siap untuk ditaburkan ke dalam bak semai.
5.      Siapkan media semai berupa tanah, pasir, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1 :1 :1 : 1. Masukkan media semai ke dalam bak semai.
6.      Benamkan benih satu per satu ke dalam media semai.
7.      Biarkan benih selama 2--3 minggu hingga menjadi bibit.
Setelah berumur 2--3 minggu sejak penyemaian, pindahkan bibit ke dalam polibag. Lakukan pemindahan bibit secara hati-hati agar bibit tidak rusak. Pelihara bibit jati hingga mencapai tinggi 30 cm. Setelah itu, bibit jati siap dipindahtanamkan ke lahan.
Salah satu tanaman jati yang bagus hasil panenya adalah memiliki kayu yang lurus. Agar dapat memiliki kayu yang lurus adalah dengan pemilihan bibit unggul yang baik (karena bibit jati yang baik adalah tidak memiliki cabang dan memiliki kayu yang lurus). Tiada gading yang tak retak maksudnya adalah tidak semua bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama. Bila salah satu tanaman jati kita memiliki cabang untuk memaksimalkan hasil panen nantinya adalah dengan melakukan penebangan pada cabang-cabang atau ranting tanaman jati tersebut. Kenapa penebangan atau pemotongan ranting itu perlu dilakukan? Pertama agar tanaman jati pada usia dini dapat fokus berkembang pada satu batang saja, sehingga pertumbuhan dapat dengan cepat. Kedua agar kayu yang dihasilkan dapat lurus atau tidak bercabang. Dengan mengontrol perkembangan tanaman jati secara berkala bermaksud memaksimalkan hasil panen jati nantinya.

B.  Penggunaan Kayu Jati
Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap. Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel. Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir.
Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah. Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap. Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar.
C.  Fungsi ekonomis kayu jati
Sebagai jenis hutan paling luas di Pulau Jawa, hutan jati memiliki nilai ekonomis, ekologis, dan sosial yang penting. Kayu jati jawa telah dimanfaatkan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jati terutama dipakai untuk membangun rumah dan alat pertanian. Sampai dengan masa Perang Dunia Kedua, orang Jawa pada umumnya hanya mengenal kayu jati sebagai bahan bangunan. Kayu-kayu bukan jati disebut ‘kayu tahun’. Artinya, kayu yang keawetannya untuk beberapa tahun saja.
Selain itu, jati digunakan dalam membangun kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang. Beberapa daerah yang berdekatan dengan hutan jati di pantai utara Jawa pun pernah menjadi pusat galangan kapal, seperti Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan. Namun, galang kapal terbesar dan paling kenal berada di Jepara dan Rembang, sebagaimana dicatat oleh petualang Tomé Pires pada awal abad ke-16.
D.  Sifat Kayu Jati
Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap. Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu kekuningan. Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah.
Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, jati banyak diolah menjadi mebel taman, mebel interior, kerajinan, panel, dan anak tangga yang berkelas. Sekalipun relatif mudah diolah, jati terkenal sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Atas alasan itulah, kayu jati digunakan juga sebagai bahan dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang.
Menurut sifat-sifat kayunya, di Jawa orang mengenal beberapa jenis jati (Mahfudz dkk., t.t.):
  1. Jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (Jw.: lengo, minyak; malam, lilin). Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
  2. Jati sungu. Hitam, padat dan berat (Jw.: sungu, tanduk).
  3. Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
  4. Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
  5. Jati kembang.
  6. Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.

Minggu, 11 Desember 2011

Tanaman Tradisional


Khasiat Tanaman Tradisional dan Manfaatnya

1.    Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans
Kandungan senyawa : Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (untuk turunkan panas) umumnya yg digunakan adalah : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)
2.    Kunyit = Curcuma Longa
Kandungan senyawa : Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang). Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)
3.    Sambiloto = Andrographis Paniculata
Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)
Kandungan senyawa : Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yang dapat menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na), Andrografolid : untuk  menurunkan gula darah. Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dengan parasetamol.
Khasiat : Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu,  demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.
4.    Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda
Tumbuh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sebagai penutup tanah, sebagai tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk seperti kipas ginjal. Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung. Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.
Kandungan senyawa : Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.
Kandungan Kimia :  Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.
Manfaat : untuk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan. Digunakan untuk memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), sehingga tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.
Daun : Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.
Herba : Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.
5.    Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb
Tumbuh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.
Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dengan tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.
Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.
Manfaat : Sebagai anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sebagai : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.
Kegunaan : Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah penyakit haati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.
6.    Temu Putih = Curcuma Zedoaria
Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik. Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.
Kandungan Kimia : Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.
Kegunaan : Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.
7.    Bawang Merah = Allium Cepa L.
Kandungan senyawa : Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.
8.    Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis
Selain daun kembang sepatu, dapat juga digunakan daun sirih atau daun kapuk.
Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.
9.    Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum
Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.
Khasiat : Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.
Kontra : Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.
Side efek : gangguan lambung
Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.
Type kolesterol : k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.
Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.
Kandungan kimia : Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.
10.              Meniran = Phyllanthus Ninuri L.
Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.
Kandungan senyawa : Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.
Manfaat : Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.
11.              Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.
Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.
Kandungan kimia : Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin
Kegunaan : Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.
12.              Bee-Pollen
Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)
Kandungan kimia : Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.
Kegunaan : Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.
13.              Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.
Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat : Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.
Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh. Bangle tidak disarankan untuk ibu hamil.
Khasiat bangle dgn herbail lain= ok
Kandungan kimia : Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin
14.              Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.
Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.
Khasiat : Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.
Kandungan Kimia : glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.
Tidak disarankan : Penderita darah rendah
15.              Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.
Khasiat daun : Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni
Kandungan Kimia : Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)
Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.
Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal
16.              Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa
Khasiat buah : Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat
Buahnya mengandung : : Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)
Kasiat daun : Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.
Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual
17.              Paria = Momordica Charantia L.
Khasiat : Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.
18.              Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.
Kasiat : Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.
19.              Daun Sendok = Plantago Mayor
Khasiat : Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)
20.              Mengkudu = Noni
Khasiat buah : Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.
21.              Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme
Khasiat : Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.

Kelapa Sawit


Kelapa Sawit

A.  Gambaran Umun Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia di pelopori oleh Adrien Hallet, berkebangsaan Belgia, yang telah mempunyai pengalaman menanam kelapa sawit di Afrika. Penanaman kelapa sawit yang pertama di Indonesia dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti pembukaan kebun di Tanah Itam Ulu oleh Maskapai Oliepalmen Cultuur, di Pulau Raja oleh Maskapai Huilleries de Sumatra – RCMA, dan di sungai Liput oleh Palmbomen Cultuur Mij.

1.      Akar
            Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang. Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Akar primer kelapa sawit terus berkembang.
            Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah dan horizontal ke samping. Serabut primer ini akan bercabang manjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah. Akhirnya, cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier, begitu seterusnya. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal.    
2.      Batang
            Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang, terbenam di dalam tajuk daun, berbentuk seperti kubis dan enak dimakan.
            Di batang tanaman kelapa sawit terdapat pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat kukuh dan sukar terlepas walaupun daun telah kering dan mati. Pada tanaman tua, pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas, sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas.
3.      Daun
            Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun
4.      Bunga dan buah
            Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination). Artinya, bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk.
            Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras, daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak, serta lembaga (embryo).
            Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah.
  1. Arah tegak lurus ke atas (fototropy), disebut dengan plumula yang selanjutnya akan menjadi batang dan daun
  2. Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya akan menjadi akar.
            Plumula tidak keluar sebelum radikulanya tumbuh sekitar 1 cm. Akar-akar adventif  pertama muncul di sebuah ring di atas sambungan radikula-hipokotil dan seterusnya membentuk akar-akar sekunder sebelum daun pertama muncul. Bibit kelapa sawit memerlukan waktu 3 bulan untuk memantapkan dirinya sebagai organisme yang mampu melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dari dalam tanah. 
            Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Semakin tua warnanya berubah menjadi hijau kehitaman, kemudian menjadi kuning muda, dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Jika sudah berwarna oranye, buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles).
5.      Biji
            Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji dura afrika panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram, sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji, dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji.
            Biji kelapa sawit umumnya memiliki periode  dorman (masa non-aktif). Perkecambahannya dapat berlangsung lebih dari 6 bulan dengan keberhasilan sekitar 50%. Agar perkecambahan dapat berlangsung lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, biji kelapa sawit memerlukan pre-treatment.
B.  Jenis Kelapa Sawit
            Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah, kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :
  1. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm), daging buah tipis, dan rendemen minyak 15-17%.
  2. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm), daging buah tebal, dan rendemen minyak 21-23%.
  3. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis, tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak, sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.

C.  Klasifikasi dan Morfologi

            Tanaman kelapa sawit (palm oil) dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Ordo                      : Palmales
Famili                    : Palmae
Sub – Famili          : Cocoidae
Spesies                  : 1. Elaeis guineensis Jacq (Kelapa sawit Afrika)
                                2. Elaeis melanococca atau Corozo oleifera (kelapasawit
                                    Amerika Latin)     
Varietas/Tipe         : Digolongkan berdasarkan :
1.      Tebal tipisnya cangkang (endocarp) : dikenal ada tiga varietas/tipe, yaitu Dura, Pisifera, dan Tenera.
2.      Warna buah : dikenal tiga tipe yaitu Nigrescens, Virescens, dan Albescens
D.  Syarat Tumbuh
            Kelapa sawit semula merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan – hutan, lalu dibudidayakan. Tanaman kelapa sawit memerlukan kondisi lingkungan yang baik agar mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal. Keadaan iklim dan tanah merupakan faktor utama bagi pertumbuhan kelapa sawit, di samping faktor – faktor lainnya seperti sifat genetika, perlakuan budidaya, dan penerapan teknologi lainnya.
E.   Iklim
            Kelapa sawit termasuk tanaman daerah tropis yang tumbuh baik antara garis lintang 130 Lintang Utara dan 120 Lintang Selatan, terutama di kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Keadaan iklim yang dikehendaki oleh kelapa sawit secara umum adalah sebagai berikut : 
1. Curah Hujan
Tanaman Kelapa sawit menghendaki curah hujan 1.500 – 4.000 mm per tahun, tetapi curah hujan optimal 2.000 – 3.000 mm per tahun, dengan jumlah hari hujan tidak lebih dari 180 hari per tahun. Pembagian hujan yang merata dalam satu tahunnya berpengaruh kurang baik karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif, sehingga bunga atau buah yang terbentuk relatif lebih sedikit. Namun curah hujan yang terlalu tinggi kurang menguntungkan bagi penyelenggaraan kebun karena mengganggu kegiatan di kebun seperti pemeliharaan tanaman, kelancaran transportasi, pembakaran sisa-sisa tanaman pada pembukaan kebun, dan terjadinya erosi.
Contoh Keadaan curah hujan yang baik adalah di kawasan Sumatera utara, yakni berkisar antara 2.000 – 4.000 mm per tahun, dengan musim kemarau jatuh pada bulan juni sampai september, tetapi masih ada hujan turun yang menyediakan kebutuhan air bagi tanaman. Keadaan iklim yang demikian mendorong kelapa sawit membentuk bunga dan buah secara terus menerus, sehingga  diperoleh hasil buah yang tinggi.
Di jawa, tanaman kelapa sawit berkembang di daerah Banten Selatan yang iklimnya relatif cukup basah. Sedangkan di Indonesia bagian timur, misalnya di Kalimantan Timur, yang musim kemaraunya tegas dan berlangsung selama 4-5 bulan seringkali menyebabkan kerusakan bahkan kematian pada tanaman kelapa sawit.
Keadaan curah hujan yang kurang dari 2.000 mm per tahun tidak berarti kurang baik bagi pertumbuhan kelapa sawit, asal tidak terjadi defisit air yaitu tidak tercapainya jumlah curah hujan minimum yang
2. Suhu dan Tinggi Tempat
3. Kelembapan dan Penyinaran Matahari
F.   Sifat Kimia Tanah
            Tanaman Kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah besar untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif. Karena itu, untuk mendapatkan produksi yang tinggi dibutuhkan kandungan unsur hara yang tinggi juga. Selain itu, pH tanah sebaiknya bereaksi asam dengan kisaran nilai 4,0 – 6,0 dan ber – pH optimum 5,0 – 5,5.
G.  Teknologi perbanyakan Tanaman
            Teknologi perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan pada tanaman kelapa sawit adalah dengan kultur jaringan dan pembibitan untuk perbanyakan secara konvensional.
H.  Pembiakan Secara Kultur Jaringan
Pada pembiakan secara kultur jaringan, bahan tanaman kelapa sawit dapat diperoleh dalam bentuk bibit atu klon hasil pembiakan secara kultur jaringan (tissue culture). Pengembangan kelapa sawit sistem kultur jaringan dimaksudkan untuk mengatasi kelemahan yang terdapat pada bahan tanaman kelapa sawit yang berasal dari biji yang umumnya memiliki keragaman dalam produksi, kualitas minyak, pertumbuhan vegatatif, dan ketahanan terhadap hama – penyakit. Bibit kelapa sawit yang diperoleh dengan sistem kultur jaringan ini disebut dengan klon kelapa sawit.
Pembuatan bibit klon dengan sistem kultur jaringan menggunakan bahan pembiakan yang berasal dari tanaman hasil persilangan antara Deli Dura dan Pisifera yang memiliki sifat – sifat unggul, yakni produksinya tinggi, pertumbuhan vegetatif seragam, kualitas minyak baik, dan toleran terhadap hama dan penyakit.
Keuntungan pembiakan kelapa sawit dengan sistem kultur jaringan di antaranya adalah sebagai berikut :
§  Pembiakan suatu varietas unggul melalui sistem kultur jaringan berjalan dengan cepat, tidak terlalu tergantung pada musim dan dapat dilaksanakan dengan sistem produksi bibit yang terkendali.
§  Pengendalian sistem produk (bibit klon) secara menyeluruh sehingga produk (bibit) yang dihasilkan seragam.
§  Penyimpanan plasma nutfah untuk tujuan produksi dan bank gen dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
§  Perbanyakan pohon yang toleran terhadap beberapa penyakit yang bersifat genetis dapat dilakukan secara mudah, misalnya penyakit crown disease, genetic orange spotting, dsb.
§  Program pemuliaan dapat dipersingkat karena pohon terpilih dari hasil pemuliaan langsung dapat diperbanyak secara vegetatif.
I.     Pembiakan Secara Pembibitan
Pembibitan klon meliputi pembibitan awal (pre nursery) selama 3 bulan dan pembibitan utama (main nursery) selama 9 bulan. Sebelum pembibitan awal dilakukan, planlet (tanaman baru) perlu melewati fase aklimatisasi, yaitu proses adaptasi planlet dari kondisi laboratorium menjadi kondisi lingkungan alami di luar.
J.     Persemaian dan Pembibitan
            Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut.
  1. Tangkai tandan buah dilepaskan dari spikeletnya.
  2. Tandan buah diperam selama 3 hari dan sekali-kali disiram air. Pisahkan buah dari tandannya dan peram lagi selama 3 hari.
  3. Masukkan buah ke mesin pengaduk untuk memisahkan daging buah dari biji. Cuci biji dengan air, lalu rendam dalam air selama 6-7 hari. Ganti air rendaman setiap hari. Selanjutnya rendam biji tadi dalam Dithane M-45 konsentrasi 0,2 % selama 2 menit, lalu keringanginkan.
  4. Masukkan biji kelapa sawit tersebut ke dalam kaleng pengecambahan dan simpan di dalam ruangan bertemperatur 39oC dengan kelembaban 60-70% selama 60 hari. Setiap 7 hari, benih dikeringanginkan selama 3 menit.
  5. Setelah 60 hari, rendam benih dalam air sampai kadar air 20-30% dan dikeringanginkan lagi. Masukkan benih ke dalam larutan Dithane M-45 0,2% selama 1-2 menit. Simpan benih di ruangan bertemperatur 270 C. Setelah 10 hari, benih berkecambah pada hari ke-30 tidak digunakan lagi.
K.  Persiapan Lahan
            Tanaman Kelapa sawit sering ditanam pada berbagai kondisi areal sesuai dengan ketersediaan lahan yang akan dibuka menjadi lahan kelapa sawit. Cara membuka untuk tanaman kelapa sawit disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia.
    1. Bukaan baru (new planting) pada hutan primer, hutan sekunder, semak belukar atau areal yang ditumbuhi lalang.
    2. Konversi, yaitu penanaman pada areal yang sebelumnya ditanami dengan tanaman perkebunan seperti karet, kelapa atau komoditas tanaman perkebunan lainnya.
    3. Bukaan ulangan (replanting), yaitu areal yang sebelumnya juga ditanami kelapa sawit.
Persiapan lahan merupakan kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan berdasarkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan. Mengingat areal kebun kelapa sawit yang cukup luas, pembukaan lahan dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. Namun, yang terpenting adalah keadaan kebun sudah siap dipanen dan dapat memasok buah yang akan diolah ketika pabrik sudah siap berproduksi.
L.   Penanaman
Kegiatan menanam terdiri dari kegiatan mempersiapkan bibit di Pembibitan utama, Pengangkutan bibit ke lapangan, Menaruh bibit di setiap lubang, persiapan lubang, menanam bibit pada lubang, dan pemeriksaan areal yang sudah ditanami.
M. Pemupukan
            Pemupukan tanaman bertujuan untuk menyediakan unsur – unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan generatif, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat, sebaiknya dilaksanakan analisis tanah dan daun terlebih dahulu. Dengan analisis tanah dan daun, maka ketersediaan unsur – unsur hara di dalam tanah pada saat itu dapat diketahui dan keadaan hara terakhir yang ada pada tanaman dapat diketahui juga. Berdasarkan hasil analisis dapat ditentukan kebutuhan tanaman terhadap jenis – jenis unsur hara secara lebih tepat, sehingga dapat ditetapkan dosis pemupukan yang harus diaplikasikan.
N.  Panen         
            Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Buah akan menjadi masak sekitar 5-6 bulan setelah penyerbukan. Proses pemasakan buah kelapa sawit dapat dilihat dari perubahan warna kulitnya. Buah akan berubah menjadi merah jingga ketika masak. Pada saat buah masak, kandungan minyak pada daging buah telah maksimal. Jika terlalu matang, buah kelapa sawit akan lepas dan jatuh dari tangkai tandannya. Buah yang jatuh tersebut disebut membrondol.
            Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan memotong tandan buah masak, memungut brondolan, dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan sistem panen serta mutu panen.
            Proses pemanenan pada tanaman kelapa sawit meliputi pekerjaan  memotong tandan buah masak, memungut brondolan dan mengangkutnya dari pohon ke tempat pengumpulan hasil (TPH) serta ke pabrik. Kriteria panen yang perlu diperhatikan adalah matang panen, cara panen, alat panen, rotasi dan sistem panen, serta mutu panen.
Ø Kriteria matang Panen
            Kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen agar memotong buah pada saat yang tepat. Kriteria matang panen ditentukan pada saat kandungan minyak maksimal dan kandungan asam lemak bebas atau free fatty acid (ALB atau FFA) minimal. Pada saat ini, kriteria umum yang banyak dipakai adalah berdasarkan jumlah brondolan, yaitu tanaman dengan umur kurang dari 10 tahun, jumlah brondolan kurang lebih 10 butir dan tanaman dengan umur lebih dari 10 tahun, jumlah brondolan sekitar 15 – 20 butir. Namun, secara praktis digunakan kriteria umum yaitu pada setiap 1 kg tandan buah segar (TBS) terdapat dua brondolan.
Ø Cara panen
            Berdasarkan tinggi tanaman, ada tiga cara panen yang umum dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Untuk tanaman yang tingginya 2-5 m digunakan cara panen jongkok dengan alat dodos, sedangkan tanaman dengan ketinggian 5-10 m dipanen dengan cara berdiri dan menggunakan alat kampak siam. Cara egrek digunakan untuk tanaman yang tingginya lebih dari 10 m dengan menggunakan alat arit bergagang panjang. Untuk memudahkan pemanenan, sebaiknya pelepah daun yang menyangga buah dipotong terlebih dahulu dan diatur rapi di tengah gawangan.
Ø Persiapan Panen
            Untuk menghadapi masa panen dan agar proses dapat berjalan dengan lancar, tempat pengumpulan hasil (TPH) harus disiapkan dan jalan untuk pengangkutan hasil harus diperbaiki. Para pemanen harus disiapkan peralatan yang akan digunakan.